Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Parung Panjang kembali menggelar Kajian Pencerah pada Sabtu, 12 September 2026. Kajian kali ini membahas tafsir Surat Al-‘Alaq ayat 1–5 dengan merujuk pada penjelasan Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar.
Kajian disampaikan oleh Habiburrahman, yang mengajak peserta untuk memahami kandungan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw., khususnya berkaitan dengan pentingnya membaca, menulis, serta mengenal Allah Swt.
Dalam pemaparannya, Habib mengutip penjelasan Buya Hamka mengenai keutamaan membaca dan menulis.
“Di samping lidah untuk membaca, Allah pun menakdirkan pula bahwa ilmu pengetahuan dapat dicatat,” demikian kutipan Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar saat menjelaskan Surat Al-‘Alaq ayat 1–5.
Menurut Buya Hamka, sebagaimana dijelaskan dalam kajian tersebut, kepandaian membaca dan menulis memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam kehidupan manusia. Buya Hamka menukil pandangan Syekh Muhammad Abduh terkait hal tersebut.
Lebih lanjut, Habib menjelaskan bahwa dalam pangkal Surat Al-‘Alaq terdapat dua rahasia besar yang dikemukakan oleh Ar-Razi, sebagaimana dikutip oleh Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar, yaitu rahasia Rububiyah dan rahasia Nubuwah.
Rahasia Rububiyah terdapat pada dua ayat pertama yang isinya memerintahkan manusia membaca dengan bismi rabbik, menyertakan Tuhan yang Maha Pencipta dalam aktivitas membacanya.
"Jika reading habits kita benar, hal itu dapat membawa kepada pengenalan akan Tuhan," kata Habib.
Sementara itu, rahasia Nubuwah terdapat pada ayat yang seterusnya ketika Allah menyampaikan tentang perantaraan kalam dan mengajari manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.
Dengan perantaraan kalam itu, maka risalah para Nabi dapat dicatat, sejarah dan peninggalan masa lalu dapat diabadikan, dan hukum-hukum Allah pun ada yang dapat ditulis untuk kepentingan manusia dalam memahaminya.
"Memang secara fitrah manusia akan dapat mengenal Tuhannya. Namun, akan lebih efektif jika pengenalan terhadap Tuhan itu melalui perantaraan seorang nabi," ujarnya.
Kajian Pencerah tersebut diharapkan dapat mendorong jamaah untuk terus meningkatkan semangat membaca, belajar, menulis, serta memperhatikan berbagai tanda kebesaran Allah Swt. yang terdapat dalam wahyu maupun alam semesta.
Kajian Pencerah merupakan salah satu ruang pembinaan dan pengembangan wawasan keislaman yang secara rutin menghadirkan pembahasan berbagai tema keagamaan.
Pemateri: Habiburrahman, S.Si
Hari/Tanggal: Sabtu, 12 September 2026
