AL ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN (AIK) PCPM PARUNG PANJANG Seri #1 | Tafsir Surah Al-'Ashr Ayat 1: Jangan Salahkan Waktu
وَالْعَصْرِۙ ١
"Demi masa." (QS Al-'Ashr: 1)
Apa yang dimaksud dengan 'Ashr?
Ada sejumlah pemaknaan mengenai kata 'Ashr, di antaranya adalah waktu, masa, waktu Ashar (petang hari), dan shalat Ashar. Semuanya itu dalam bahasa Arab tercakup dalam kata 'Ashr.
Dalam Tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menguraikan makna kata 'Ashr dalam pengertiannya sebagai waktu Ashar.
Sambil mengutip pendapat Syekh Muhammad Abduh yang menerangkan dalam Tafsir Juz 'Amma, Buya Hamka menjelaskan bahwa telah menjadi adat bagi bangsa Arab apabila telah sore hari, mereka duduk bercakap-cakap membicarakan soal-soal kehidupan dan cerita-cerita lain berkenaan dengan urusan sehari-hari. Pembicaraan itu kerap kali melantur, ngalor-ngidul, dan melukai hati sehingga menimbulkan permusuhan.
Karena itu, ada orang-orang yang mengutuki waktu Ashar (petang hari). Ada yang mengatakannya sebagai waktu yang naas, celaka, dan banyak bahaya di dalamnya. Maka, ayat ini datang memberi peringatan:
"Demi Ashar," perhatikanlah waktu Ashar.
Buya Hamka menjelaskan bahwa bukan waktu Ashar yang salah, melainkan manusia-manusia yang mempergunakannya dengan tidak elok.
Mempergunakannya untuk bercakap yang tidak jelas ujung-pangkalnya; misalnya, bermegah-megahan dengan harta, memuji diri, dan merendahkan orang lain. Tentu orang yang dihina tidak terima dan timbullah perselisihan.
Lalu manusia menyalahkan waktu Ashar, padahal dirinyalah yang salah.
Jika saja manusia menggunakan waktu tersebut untuk membicarakan hal yang berfaedah, yang tidak menyinggung perasaan lawan bicara, tentulah waktu Ashar itu akan membawa manfaat pula bagi manusia.
Demikianlah tafsir Al-'Ashr dalam pemaknaannya sebagai waktu Ashar. Wallahu a'lam bisshowwab.
Tim Divisi Dakwah dan Keorganisasian PCPM Parung Panjang
